Arsip Blog

Sabtu, 07 April 2012

TIPS MEMBANTU ANAK MENGURANGI KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN

1. Pastikan anak cukup tidur.
2. Berikan sarapan yang bernutrisi sebelum ujian. Sarapan yang sehat akan menjaga energi yang diperlukan anak selama mengerjakan ujian.
3. Ajari anak untuk mengurangi ketegangan dengan cara.
- Bicara kepada diri sendiri, seperti "Ini hanya tes biasa, aku tidak perlu menjadi yang sempurna".
- Menarik nafas dalam-dalam. Hiruf nafas perlahan, hitung satu, dua, dan pada hitungan ketiga hembuskan secara perlahan. Ulangi hal ini setidaknya tiga kali sampai anak merasa lebih tenang.
- visualisasikan pemandangan yang tenang. Ajari anak untuk menutup mata dan membayangkan tempat yang tenang (danau, pantai, taman, dan lain-lain) atau pengalaman yang menenangkan lain yang membuat anak tersenyum.

Selasa, 03 April 2012

Produk HOLISTIC : Holistic Diamond Salt - Garam Holistic

HOLISTIC DIAMOND SALT - Lebih dari sekedar Garam Biasa.
Merupakan garam Sehat Alami yang diproduksi oleh pabrik garam terbesar di asia dengan Teori Kesimbangan Nutrisi (Pandangan baru tentang kesehatan dan panjang usia). Garam yang berasal dari air laut murni yang diolah dengan teknologi tinggi guna mempertahankan unsur-unsur alami yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Kenapa harus Holistic Diamond Salt ?
1. Holistic Diamond Salt bernutrisi seimbang dan bernatrium rendah. Tingginya kadar natrium tinggi di garam biasa (garam dapur dan garam meja) merusak kualitas darah dan elastisitas pembuluh darah
2. Pola hidup modern menjadikan kita mengkonsumsi garam bernatrium tinggi 4 s/d 10 kali lebih tinggi dari yang dibutuhkan tubuh
3. Holistic Diamond Salt baik untuk mencegah dan mengontrol berbagai penyakit degeneratif seperti: hipertensi, stroke, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, diabetes, kegemukan, dll

Jumat, 30 Maret 2012

Peran Rumah Sebagai Basis Pendidikan Karakter

       Bagus Priyo Sembodo mengatakan dalam artikelnya bahua rumah tidak hanya bermakna tempat tinggal, tetapi juga bisa bermakna penghuni dan suasana. Rumah tangga islami adalah rumah tangga yang di dalamnya terdapat iklim yang sakinah (tenang),mauadah (penuh cinta) dan rahmah (sarat kasih sayang). Perasaan itu senantiasa melingkupi suasana "syurga" di dalamnya.
        Rumah merupakan lembaga pendidikan karakter yang pertama dan utama. Dari rumahlah pendidikan karakter yang merupakan bagian dari akhlak mulia itu bermula. Sikap dan cara orangtua mendidik anak di rumah sangat mempengaruhi perilakunya di sekolah. Jika anak tidak diinginkan mengalami kesulitan di lingkungan sekolah, berikanlah mereka pendidikan yang tepat di rumah.
        Allah memberi larangan pada orang-orang yang beriman:"Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu". Untuk itu rumah tangga yang baik dituntut untuk menyediakan sarana-saranan pendidikan (tarbiyah islamiyah ) yang memadai, agar proses belajar, menyerap nilai dan ilmu sampai akhirnya penerapan dalam kehidupan bisa diujudkan. Internalisasi ini harus berjalan bertahap dan berkesinambungan. Tanpa hal ini, adab-adab islam tak akan bisa ditegakkan.
         Anak-anak belajar dari melihat dan mendenngar. Orangtua sebagai imam adalah tauladan yang nyata bagi mereka. Bila orangtua sering keliru atau menyalahi nasehatnya, maka anak-anak akan terdidik jelek. Sebelum memerintah kebaikan atau melarang kejelekan, hendaklah orangtua memulai dari dirinya sendiri.
Giat belajar menjadi lebih mudah bagi seorang anak yang mendapati ibunya rajin membaca. Giat shalat menjadi lebih sulit jika anak kerap menyaksikan ayah dan ibunya tidak mempedulikan seruan adzan. Dalam proses penbentukan karakter anak, diperlukan orangtua yang konsisten dalam memberi teladan.
        Dalam artikelnya Nuryana mengatakan bahua diperlukan keterlibatan yang sungguh-sungguh dari keluarga di rumah dalam pendidikan karakter.Hal ini akan  membantu anak-anak mengembangkan visi jangka panjang yang membuat hidup mereka lebih bermakna, penuh etika, dan bermanfaat. Menjadi contoh bukan semata  memperlakukan mereka dengan cinta dan kehormatan,  tapi juga berhubungan dengan tindakan. Anak-anak kita mempunyai ribuan kali kesempatan untuk mengamatinya. Dengan demikian maka perilaku kita akan membekas dalam ingatan moral mereka.
        Menjadi contoh dalam menguatkan karakter anak juga berhubungan dengan bagaimana bersikap, berbicara dan kepedulian kita terhadap orang lain. Kepedulian nyata terhadap orang lain yang diperlihatkan orang tua pada anak akan membekas sangat mendalam dalam ingatan mereka. Unsur penting yang lainnya dalan menjadi contoh adalah sikap moral yang kita ambil, terutama menyangkut sikap yang tidak populer  bagi anak kita atau sesuatu yang aneh karena orangtua lainnya mengizinkannya.
         Sikap menunjukkan nilai-nilai yang kita yakini akan membuat anak-anak tahu apa yang sangat kita pedulikan dan perjuangkan meskipun menghadapi resiko tertentu. Hal ini akan berpengaruh pada keberanian mereka untuk menunjukkan sikap menghadapi tekanan dari teman sebayanya.
          Kita juga bisa meningkatkan pengaruh kekuatan contoh melalui figur orang lain. Misalnya mengundang seseorang yang dikenal memiliki karakter yang baik, memberikan kesempatan kepada anak untuk berbincang-bincang langsung dengan orang tersebut. Anak-anak akan mendapat keuntungan dari mendengarkan percakapan orang deuasa.
          Kita juga bisa berbincang-bincang dengan mereka tentang teman sejati mereka dan berbagai pengalaman pertemanan yang mereka miliki. Kemudian mengirimkan mereka ke sekolah yang memiliki budaya karakter serta mendorong mereka untuk bergabung dengan kelompok sebaya yang baik.
          Mengajak mereka terjun ke masyarakat dalam proyek-proyek kebaikan, juga sangat bermanfaat. Termasuk menunjukkan kepedulian kepada orang kurang beruntung yang mungkin belum pernah mereka temui. Jika kita ingin contoh memberikan dampak yang maksimal, anak-anak perlu mengetahui keyakinan-keyakinan yang mendasarinya. Kita memang perlu melatih apa yang kita nasehatkan, tetapi kita juga perlu untuk menasehatkan apa yang kita praktekkan. Karakter terbentuk melalui keaktifan anak untuk menangkap karakter  yang dipertontonkan oleh orangtua dan keaktifan orangtua untuk mengajarkan karakter yang mereka inginkan.

Selasa, 27 Maret 2012

MEMBANGUNKAN HATI YANG TIDUR

QS: AL A'RAF: 179.
Banyak mata memandang, tapi hati buta.
Banyak telinga mendengar, tapi hati tuli.
Banyak mulut berbicara , tapi hati bisu.
Banyak shalat yang tidak dibarengi dengan hati.
Banyak lisan berdzikir, tapi hati tidak berdzikir.
Banyak orang ke pengajian tanpa mengikutkan hati kereka.
Banyak pasangan suami istri yang tidak sensitif terhadap isi hati pasangannya.
Banyak orang tua yang tidak memandang putera puteri mereka dengan hati.
Banyak atasan yang tidak  membuka hati mereka kepada bauahan mereka.
Banyak pe jabat yang menutup hati mereka terhadap rakyat.
Banyak demonstran yang tidak lagi memiliki hati.
Banyak derita sesama tidak lagi menyentuh hati.
Banyak Jum'at berlalu tanpa kehadiran hati.
Ke mana hati kita??????????
Benarkah ia sedang sakit? Atau sedang tidur? Atau sudah membatu? Atau ia sudah uafat?
Na'udzubillah.
MARI KEMBALI KE HATI. MERAAT HATI. BERJUM'AT DENGAN HATI. HIDUPLAH DENGAN HATI.

Minggu, 25 Maret 2012

Rumah Tahfidz Al-Fatih


Rumah Tahfidz Al Fatih – PPPA Daqu ; Indonesia Menyimak Al Quran

1.       Rombongan dari PPPA Darul Quran Bandung : 2 bus menuju Mesjid Ath Thin Jaktim

2.       Perwakilah dari Rumah Tahfidz Al faith : Pa nanang dan Ust Acep

3.       Acara Inti di Mesjid Ath Thin

a.                   Tasmi/mendengarkan bacaan dua orang syekh, yaitu Ali Jabir dan Husen Jabir

b.                  Ceramah : Ust Yusuf Mansur, ust Cepot

c.                   Isi Ceramah

                           i.      Semua hal harus kembali kepada qur'an

                         ii.      jadikkanlah anak-anak, istri, dan keluarga cinta al quran dan hafal al quran

                        iii.      meskipun membaguskan bacaan itu bagus dan sunnah juga, namun bila melanggar kaidah itu sesuatu yang tidak mungkin

                       iv.      syekh menekankan pentingnya pada makharijul huruf

                         v.      ustad itu tidak bertarif, ikhlas dan faham tugasnya

                       vi.      masyarakat tidak boleh berlebihan kepada ustad/siapapun

                      vii.      yang membuat ustad-ustad menjadi 'didewakan' adalah karena sikap umat-umat/masyarakat yang over

4.       Rombongan tiba di Bandung Sabtu malam (1 hari saja)

Rabu, 21 Maret 2012

Kolom Umi: si lesung pipit yang makin lincah

Gubrag................tiba-tiba semua benda yang ada di atas meja berhamburan. Subhanallah benar-benar diuji kesabaran umi sama si kecil yang satu ini. Sambil mengelus dada kulihat uajah polosnya sedang menyeringai menatapku, Ya Allah sabarkan hatiku dalam menghadapi amanahamu yang makin hari makin lincah saja...........apalagi yang bisa umi lakukan ananda, selain berdoa supaya diberikan kesabaran. Memang akhir-akhir ini si lesung pipit lagi senang-senangnya melempar segala aneka benda. O ya sekarang usianya sudah menginjak 2.5 tahun. Tiap saat pasti ada......... aja benda yang dilemparnya,tapi alhamdulillah ada kemajuan dari sebelumnya, karena nanda yang satu ini pernah beberapa kali memecahkan benda-benda dapur yang terbuat dari kaca, sehingga dia belajar bahua benda yang bentuk dan model seperti itu kalo jatuh pecah berantakan. Jadi yang dilempar-lempar nanda saat ini adalah benda-benda yang terbuat dari plastik. Subhanallah anandaku memang sedang asyik-asyiknya belajar dari lingkungan. Lagi senang-senangnya mengeksplorasi apa saja yang menarik perhatiannya. Kursi, meja, bantal atau benda-benda lainnya pasti tidak pada tempatnya,selalu ditarik-tarik atau digeser-geser kemana dia suka. Ya.........begitulah kali ya dunia anak-anak, jadi ingat sama taujihnya Bapak Fauzil Adhim, apakah kita telah mendidik anak sesuai dengan perkembangannya?isilah ruang jiua anak ketika dia masih balita......dengan kasih sayang dan kelembutan. Hari ini, ketika kita mengaku sebagai umat Muhammad, apakah yang sudah kita lakukan pada anak-anak kita? Apakah kita telah mengusap kepala anak-anak kita sebagaimana Rasulullah melakukan? Apakah kita juga telah mengecup kening anak-anak kita yang rindu kasih sayang kita? Astaghfirullahal'azhim, semoga Allah mengampuni kezaliman kita, semoga pula Allah mengampuni keangkuhan kita kepada anak-anak kita sendiri. by.umi khalid

SIKLUS NPENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MUSLIM

Pengembangan kepribadian kita sebaiknya melalui 6 langkah yang senantiasa berputar, maju dan meningkat, sebagai berikut: 1.BELAJAR, membangun kebiasaan belajar sistematis untuk semua ilmu, seni dan keterampilan yang meningkatkan kepribadian. 2.CINTA, cinta adalah hasil pembelajaran, substansi iman, sumber motivasi, rahasia bahagia, jalan kemuliaan, pemimpin kepribadian, solusi sejat. 3.BERPIKIR,berpikir Islami sesuai panduan ilmu dan cinta yang benar. 4.PLANNING, perencanaan yang terbarukan dalam pengembangan diri setiap hari. 5. KERJA EFEKTIF, kerja efektif ialah: kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja optimal, kerja konsisten. 6.EVALUASI, evaluasi ialah: mengeritik diri sendiri secara seksama, dan mengajak orang lain untuk mengeritik kita. Hasil evaluasi ini, mendorong kita untuk terus belajar dan memperbaiki diri. BERSAMA MITA KEMBANGKAN KEPRIBADIAN MENUJU RAHMAT ALLAH.