Arsip Blog

Minggu, 26 September 2010

Ucapan Terima Kasih Buat Donator Fasilitas TK Dhuafa - TK Prestasi Al Fatih Bandung

Kami dari pengurus Yayasan Al Fatih, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para donator untuk fasilitas TK dhuafa, TK Prestasi Al Fatih
1. Ibu Engkus Latief, Majalengka. Memberikan 1 set mainan ayunan (Ramadhan 1431 H)
2. Bpk H Dede Mulyanan, Jakarta. Memberikan 1 set mainan puzzle (Syawal 1431 H)
Moga bermanfaat dan dijadikan sebagai amal jariyah yang selalu mengalir pahalanya bagi yang memberikannya.
Moga rekan muslimin yang lainnya, bisa berlomba lomba untuk mengikutinya, amin.

Ucapan Terima Kasih Buat Donator Kegiatan Ramadhan 1431 H

Kami dari Yayasan Al Fatih Bandung mengucapkan terima kasih, kepada para donatur sehingga kegiatan semarak Ramadhan Al Afatih dapat berjalan dengan baik dan lancar. para donator tsb adalah
1. Bazis Telkom Divre 3 Bandung
2. Keluarga Ibu Engkus Latief, Majalengka
3. Keluarga Ibu Drs Ai Nurlina, Majalengka
4. Keluarga Bpk H Dede Mulyana, MM. Jakarta
5. Keluarga Bpk H Asep Gunawan,M.Eng, Makassar
6. Keluaga Bpk Herlan, Bandung
7. Karang Taruna Komplek BIR Bandung
8. dll
Semoga amal baik bapak-ibu sekalian, dijadikan sebagai amal sholeh dan dapat ganjarannya di sisi Alloh SWT. Amin

Kegiatan Ramadhan 1431 H Yayasan Al Fatih Bandung

Alhamdulillah Yayasan Al Fatih telah melaksanakan beberapa kegiatan di dalam bulan Ramdahan 1431 H, yaitu:
1. Tarhib Ramadhan (penyambutan Ramadhan) : dengan karnaval Ramadahan oleh anak anak TK Prestasi Al Fatih dan Pengajian rutin ibu-ibu / orangtua anak anak TK
2. Bazar Murah : menjual murah pakaian layak pakai, sembako murah untuk para masayarakat sekitar Rancacili, Bodogol, Darwati Ciwastra
3. Distribusi sembako untuk penyaluran fidyah bagi dhuafa di sekitar komplek BIR Bandung
4. Buka bersama Yayasan Al fatih dengan masayarakat sekitar BIR Bandung, dhuafa, orang tua-anak anak TK, Pengurus DKM Arafah - DKM Al Bir, Pengurus RT 6 Komp BIR.
Moga kegiatan ini bisa dapat terus dilaksanakan, dan dapat ditingkatkan untuk memberikan sumbangsih bagi syiar Islam, amin.

Senin, 21 Juni 2010

'Sekilas INFO ......'

Kenapa makanan Bayi tanpa garam ???? Nah ini nih jawabannya ........ karena ginjal bayi belum berkembang baik, sehingga natrium dari garam tidak dibuang dan terakumulasi dalam tubuh bayi, yang dapat menyebabkan rusak ginjal, liver dan otak. Wah.... serem...... juga yah ........... Jadi berhati-hatilah dalam merawat bayi kita yah. Semoga ....

KEMISKINAN !!!

Kita semua tentu sering melihat kemiskinan. Kita semua sering melihat orang miskin. Bahkan besar kemungkinan kita semuapun merasakan bahwa kita ini miskin. Yah, kemiskinan itu ada dimana mana, mayoritas umat islam memang masih berada dalam kemiskinan, bahkan banyak dari mereka yang berada dibawah garis kemiskinan. Sungguh sangat menyedihkan.
Apakah realitas ini normal atau wajar ? Apakah ini sunnatullah yang tidak dapat dirubah ? atau dalam realitas ini ada faktor kejiwaan, ada faktor skill, ada faktor etos kerja, ada faktor pola hidup konsumtif ? Apakah dalam realitas ini ada faktor pemahaman iman dan islam yang minus ? Nampaknya ini penting kita renungkan.
Sebelum renungan kemiskinan ini kita teruskan, ada baiknya kita menyadari puluhan kemiskinan lain selain kemiskinan materi yang turut mewarnai kehidupan kita. Kemiskinan itu antara lain : Kemiskinan iman, kemiskinan ibadah, kemiskinan dzikir, kemiskinan amal shaleh, kemiskinan akhlaq, kemiskinan ilmu, kemiskinan wawasan, kemiskinan pengalaman, kemiskinan keterampilan, kemiskinan pergaulan, kemiskinan kreatifitas, kemiskinan malu, kemiskinan keberanian, kemiskinan jiwa, kemiskinan keharmonisan rumah tangga, kemiskinan pasangan hidup, kemiskinan cahaya mata (anak), kemiskinan kepercayaan, dan seterusnya.
Jadi kemiskinan itu sangat banyak, lalu mengapa kita hanya merisaukan kemiskinan materi semata ?Apakah kemiskinan kemiskinan lainnya tidak perlu kita pikirkan ? Nah, mari kita pikirkan dengan tenang, kemiskinan materi, apa dampaknya terhadap hidup kita ?
Jawabannya ialah : kemiskinan menghasilkan dampak yang paling ekstrim ialah : “Tidak makan” !
Nah, kemiskinan dzikir misalnya apa dampaknya terhadap kehidupan kita ?
Jawabannya ialah : tidak tenang ! tidak bahagia !
Orang yang kaya dzikir tapi miskin materi, dapatkah ia bahagia ?
Jawabannya ialah : pasti ! mengapa ? karena Allah yang Maha Benar itu berfirman :
“Ketahuilah, dengan dzikir kepada Allah hati pasti tenang !” Surah Ar Ra’d : 28
Jadi kalau begitu biarlah kita miskin materi ? Tidak perlu kita berusaha lepas dari kemiskinan materi ? Oh, Tidak ! tapi jangan hanya kemiskinan materi saja yang dipikirkan. Mari pikirkan pula kemiskinan iman, kemiskinan dzikir, kemiskinan ibadah dan seterusnya, secara seimbang. Oleh karena terbukti bahwa dampak kemiskinan jiwa lebih parah dari kemiskinan materi. Bukankah kita semua pernah melihat infalid yang bahagia ? Orang yang berada dibawah garis kemiskinan tapi mampu tertawa, seakan tak punya susah ? itulah kekayaan jiwa.
Ayat mulia diatas ditutup dengan pernyataan bahwa orang yang lupa Allah dan lupa diri itulah orang yang fasiq, yaitu banyak berdosa. Oleh karena dosa itu bersumber dari kelalaian, semakin sering seseorang itu lalai, semakin banyak dosa. Dan bila ia telah menjadi ahli dosa, jadilah ia orang fasiq.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan syari’ah yang mengantar kita untuk senantiasa sadar, senantiasa tersambung denganNya. Sebagai contoh misalnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan shalat lima kali sehari semalam dalam lima waktu yang terpisah pisah. Salah satu hikmahnya ialah menjaga kesadaran kita dalam 24 jam. Ditambah lagi dengan shalat shalat sunnah rawatib, Qiyamullah, shalat Dhuha. Ditambah lagi dengan dzikir dan do’a yang disyari’ahkan setiap saat. Selain itu Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan kita untuk selalu bersama orang orang yang ingat Allah, orang orang yang sadar. Semua itu adalah dalam rangka membangun dan memelihara kesadaran.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang berdo’a kepada Tuhan mereka diwaktu pagi dan diwaktu sore karena mereka menginginkan keridhaanNya, dan janganlah kamu palingkan wajahmu dari mereka karena kamu menginginkan perhiasan kehidupan dunia, dan janganlah kamu taati orang yang kami lalaikan hatinya dari mengingat kami dan ia mengikuti hawa nafsunya dan perilakunya yang melampaui batas” Surah Al Kahfi : 28
Sudah berapa usia kita pada hari ini ? Sudah pernahkah kita sakit keras ? Sudah tumbuhkah uban dikepala ? Sudah pernahkah kita dapat musibah kecelakaan ? Belumkah saatnya kita sadar ?
Mari kita sadar, lalu Fastaqim (ber Istiqamahlah) !!
(Dikutip dari materi Ceramah Ust Muzakir M Arif)

Sabtu, 15 Mei 2010

Menangani Anak Pemalu

Assalamualaikum,salam buat ibu-ibu guru yang sholehah,semangat dan cantik-cantik di TK Dhuafa Al-Fatih dari salah satu sudut kota Angin Mamiri Makassar. Ada artikel yang menarik untuk kita simak bersama dan semoga bisa menjadi bahan rujukan bagi ibu guru yang sedang menghadapi anak pemalu.
Dalam buku yang berjudul 27 cara menangani emosi anak, yang ditulis kak dodo dan kak imam. Ada beberapa cara yang dilakukan oleh kak Dodo dan Kak Imam ketika beliau-beliau berhadapan dengan anak pemalu antara lain:
• Pelatihan karakter
• Mendampingi tanpa menggurui
• Membongkar belenggu dengan penyambutan anak
• Pendekatan tanpa sekat
• Mendongeng dan latihan olahraga
• Hari special untuk anak
O ya sekedar informasi Kak Dodo dan Kak Imam ini sudah banyak sekali pengalamannya di dunia anak baik di lembaga formal maupun lembaga non formal. Mudah-mudahan Kak Dodo atau Kak Imam berkenan untuk singgah ya di di Tk tercinta kita.Tanpa honor ya kak!he….he….he…..Amin

Si Kecil ... Si Lesung Pipit.....

Usianya menginjak 7 bulan,senyumnya hmmmm……… menggoda semua orang. Itu tu!lesung pipitnya manis……… semanis dodol garut. Mata beningnya yang bulat, lipatan tangan dan kakinya yang montok, bikin gemes penghuni rumah.
Sekarang si kecil sudah bisa merangkak, semua ruangan dia singgahi untuk jadi tempat mainan.Wah….harus lebih waspada nih ,semua barang yang terjangkau pasti dipegangnya untuk kemudian dimasukkan ke dalam mulut. Pernah satu hari terjadi ‘accident’, tahu-tahu cairan pewangi lantai sudah berhamburan dimana-mana dengan si kecil ditengah-tengah sedang merangkak-rangkak. Muka dan badannya belepotan oleh cairan pewangi lantai. Kami merasa kaget kahwatir terjadi apa-apa pada si kecil itu, Tapi Alhamdulillah ternyata tidak ada apa-apa, alias ‘fine fine’ saja. Itulah si kecil sekarang yang sedang tumbuh cepat menjadi seorang anak cerdas yang sholeh, amin.
Pernah suatu hari ada teman berkata,”aduh……..repotnya ! Kasihan uminya kecil, dedenya gede…pake ‘babysister’ aja Bu, biar engga kecapean!”Saya jawab dengan senyum. Betapa teganya umi ya nak ! Jika engkau umi titipkan pada ‘babysister’. Berat sih berat pergi ke arisan gendong bayi !!! pergi pengajian gendong bayi !!! pergi jemput kakak gendong bayi !!! acara ini,acara itu gendong bayi !!! Yah…… itulah umi yang tidak tega meninggalkan kamu barang beberapa saat untuk dititipkan ke ‘babysister’.
Engkau adalah amanah nak !!! Buah hati umi. Umi ingin selalu dekat denganmu di saat engkau membutuhkan kasih sayang dan bimbingan. Engkau masih teramat lemah tidak berdaya !!Teringat saat engkau masih dalam kandungan dan saat dilahirkan, betapa umi berjuang agar engkau sehat dan selamat lahir ke dunia. Eeeee……….sudah lahir malah disia-siakan.
Barangkali nanti ketika sudah remaja, tidak akan merengek-rengek lagi minta ikut umi. Mungkin malah umi yang memintamu untuk bersama umi. Yaaaa….dibuntutin si kecil hanya sebentar saja. Tidak terasa engkau semakin besar dan mandiri.Oleh karena itu,umi ingin memanfaatkan tahun-tahun bersamamu semaksimal mungkin.
Ya Allah Bantu hamba-Mu, agar bisa mendidik amanah-Mu sesuai dengan tuntunan-Mu. Amin…………….