Arsip Blog

Minggu, 25 Maret 2012

Rumah Tahfidz Al-Fatih


Rumah Tahfidz Al Fatih – PPPA Daqu ; Indonesia Menyimak Al Quran

1.       Rombongan dari PPPA Darul Quran Bandung : 2 bus menuju Mesjid Ath Thin Jaktim

2.       Perwakilah dari Rumah Tahfidz Al faith : Pa nanang dan Ust Acep

3.       Acara Inti di Mesjid Ath Thin

a.                   Tasmi/mendengarkan bacaan dua orang syekh, yaitu Ali Jabir dan Husen Jabir

b.                  Ceramah : Ust Yusuf Mansur, ust Cepot

c.                   Isi Ceramah

                           i.      Semua hal harus kembali kepada qur'an

                         ii.      jadikkanlah anak-anak, istri, dan keluarga cinta al quran dan hafal al quran

                        iii.      meskipun membaguskan bacaan itu bagus dan sunnah juga, namun bila melanggar kaidah itu sesuatu yang tidak mungkin

                       iv.      syekh menekankan pentingnya pada makharijul huruf

                         v.      ustad itu tidak bertarif, ikhlas dan faham tugasnya

                       vi.      masyarakat tidak boleh berlebihan kepada ustad/siapapun

                      vii.      yang membuat ustad-ustad menjadi 'didewakan' adalah karena sikap umat-umat/masyarakat yang over

4.       Rombongan tiba di Bandung Sabtu malam (1 hari saja)

Rabu, 21 Maret 2012

Kolom Umi: si lesung pipit yang makin lincah

Gubrag................tiba-tiba semua benda yang ada di atas meja berhamburan. Subhanallah benar-benar diuji kesabaran umi sama si kecil yang satu ini. Sambil mengelus dada kulihat uajah polosnya sedang menyeringai menatapku, Ya Allah sabarkan hatiku dalam menghadapi amanahamu yang makin hari makin lincah saja...........apalagi yang bisa umi lakukan ananda, selain berdoa supaya diberikan kesabaran. Memang akhir-akhir ini si lesung pipit lagi senang-senangnya melempar segala aneka benda. O ya sekarang usianya sudah menginjak 2.5 tahun. Tiap saat pasti ada......... aja benda yang dilemparnya,tapi alhamdulillah ada kemajuan dari sebelumnya, karena nanda yang satu ini pernah beberapa kali memecahkan benda-benda dapur yang terbuat dari kaca, sehingga dia belajar bahua benda yang bentuk dan model seperti itu kalo jatuh pecah berantakan. Jadi yang dilempar-lempar nanda saat ini adalah benda-benda yang terbuat dari plastik. Subhanallah anandaku memang sedang asyik-asyiknya belajar dari lingkungan. Lagi senang-senangnya mengeksplorasi apa saja yang menarik perhatiannya. Kursi, meja, bantal atau benda-benda lainnya pasti tidak pada tempatnya,selalu ditarik-tarik atau digeser-geser kemana dia suka. Ya.........begitulah kali ya dunia anak-anak, jadi ingat sama taujihnya Bapak Fauzil Adhim, apakah kita telah mendidik anak sesuai dengan perkembangannya?isilah ruang jiua anak ketika dia masih balita......dengan kasih sayang dan kelembutan. Hari ini, ketika kita mengaku sebagai umat Muhammad, apakah yang sudah kita lakukan pada anak-anak kita? Apakah kita telah mengusap kepala anak-anak kita sebagaimana Rasulullah melakukan? Apakah kita juga telah mengecup kening anak-anak kita yang rindu kasih sayang kita? Astaghfirullahal'azhim, semoga Allah mengampuni kezaliman kita, semoga pula Allah mengampuni keangkuhan kita kepada anak-anak kita sendiri. by.umi khalid

SIKLUS NPENGEMBANGAN KEPRIBADIAN MUSLIM

Pengembangan kepribadian kita sebaiknya melalui 6 langkah yang senantiasa berputar, maju dan meningkat, sebagai berikut: 1.BELAJAR, membangun kebiasaan belajar sistematis untuk semua ilmu, seni dan keterampilan yang meningkatkan kepribadian. 2.CINTA, cinta adalah hasil pembelajaran, substansi iman, sumber motivasi, rahasia bahagia, jalan kemuliaan, pemimpin kepribadian, solusi sejat. 3.BERPIKIR,berpikir Islami sesuai panduan ilmu dan cinta yang benar. 4.PLANNING, perencanaan yang terbarukan dalam pengembangan diri setiap hari. 5. KERJA EFEKTIF, kerja efektif ialah: kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja optimal, kerja konsisten. 6.EVALUASI, evaluasi ialah: mengeritik diri sendiri secara seksama, dan mengajak orang lain untuk mengeritik kita. Hasil evaluasi ini, mendorong kita untuk terus belajar dan memperbaiki diri. BERSAMA MITA KEMBANGKAN KEPRIBADIAN MENUJU RAHMAT ALLAH.

Selasa, 20 Maret 2012

MENDIDIK PASANGAN DENGAN MEMPERBAIKI DIRI SENDIRI

Banyak pasangan suami istri mengeluhkan pasangannya.Banyak suami istri yang keceua pada pasangannya.Salah satu solusi indah untuk mengatasi problem ini ialah MEMPERBAIKI DIRI SENDIRI.Terutama peningkatan pendekatan kepada Allah,kemudiaan memperbaiki kualitas dan kuantitas perhatian dan pelayanan kepada pasangan. Karena kekeceaan pada pasangan seringkali disebabkan oleh egoisme, tuntutan yang berlebihan, kurang syukur, membanding-bandingkan pasangan kita dengan orang lain, kurang ibadah, jarang ke mesjid, kurang sedekah, malas ke pengajian, dan dosa-dosa kita sendiri.
Membayangkan kesedihan orang yang sangat mengharapkan pasangan, mereka yang belum dikaruniai jodoh, dapat memacu kita untuk mencintai pasangan kita apa adanya.
Pasangan kita adalah titipan Allah kepada kita untuk mendidik kita, agar kita menjadi semakin bijak dalam hidup ini. MARI MULIAKAN TITIPAN ALLAH.
by. Ustad Mudzakkir M Arif MA

UNIVERSITAS KEHIDUPAN

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar KETULUSAN.
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau sedang belajar KEIKHLASAN.
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar tentang MEMAAFKAN.
Ketika kau harus LeLah dan keceua, maka saat itu kau sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.
Ketika kau merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kau sedang belajar tentang KETANGGUHAN.
Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kau sedang belajar tentang KEMURAH-HATIAN.
Tetap semangat.............
Tetap sabar................
Tetap tersenyum............
Terus belajar..............
Karena kau sedang menimba ilmu di universitas KEHIDUPAN.
Allah menaruhmu di tempatmu yang sekarang, bukan karena kebetulan............

Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui
.........kemudahan
.........kesenangan
dan ketenangan
Mereka dibentuk melalui
kesukaran,
tantangan,
dan air mata
Ketika engkau mengalami sesuatu yang berat dan merasa ditinggalkan sendiri dalam hidup ini ..............Angkatlah tangan dan kepalamu ke atas........Tataplah masa depanmu. Ketahuilah Allah sedang memepersiapkanmu untuk menjadi orang yang luar biasa.

Selasa, 13 Maret 2012

RENUNGAN

MASA KITA SANGAT PENDEK
Anak-anak itu tak selamanya kecil.Suatu saat mereka tumbuh menjadi deuasa, mandiri dan berkeluarga.Ya..............anak-anak itu tak selamanya kecil. Kalau Allah Ta'ala memberi umur panjang, anak-anak kita yang kemarin merengek meminta perhatian kita,sekarang sudah sibuk dengan jadual kegiatannya yang sangat padat. Kemarin mereka menahan tangisnya karena kita tak kunjung mau mendampingi mereka untuk menuturkan cerita, hari ini malah mungkin kita yang harus belajar menahan diri karena sangat ingin mendengar cerita tentang mereka dari lisan mereka.
Sungguh, kehidupan kita dan anak-anak kita kadang seperti pusaran nasib yang sedang dipergilirkan. Saat anak kita lahir, mereka sepenuhnya bergantung kepada kita. Mereka amat benar-benar memerlukan kehadiran kita, sentuhan tangan kita, dekapan ikhlas kita, serta kerelaan kita untuk menyapa mereka seraya menatap matanya yang jernih dengan penuh cinta. Inilah saat yang paling berharga untuk anak kita. Tetapi justru inilah saat yang paling sering kita abaikan.
Saat usianya memasuki remaja, posisi kita semakin lemah. Mereka lebih mendengar temannya daripada orangtuanya sendiri.Kata-kata orang tua tak berharga, kecuali jika kita sudah menabung kedekatan dan penghormatan semenjak mereka masih balita. Jika anak-anak itu tidak memiliki penghormatan yang tinggi kepada orangtuanya, maka gurauan teman jauh lebih mereka dengar daripada sapaan tulus dari orangtuanya. Jika anak-anak itu tidak memiliki kepercayaan penuh kepada orang tua, maka ajakan teman lebih layak untuk diikuti daripada nasehat paling serius dari orangtua. Secara alamiah, anak-anak yang telah memasuki usia remaja memiliki kebutuhan eksistensi. Mereka ingin menunjukkan bahua dirinya memiliki kemampuan dan hak untuk menentukan. Mereka ingin didengar, diakui, dihargai dan dipercaya. Mereka akan berontak dari orangtuanya, kecuali jika kita selaku orangtua telah menabung kredibilitas, kepercayaan terhadap itikad baik, dan ketulusan di mata anak-anak.
Tak lama lagi mereka akan menikah. Inilah masa ketika anak-anak yang dulu merindukan bapaknya itu sudah benar-benar mandiri. Mereka tak lagi memerlukan orangtua, kecuali jika iman menancap kuat di hati mereka. Inilah yang menjadi kekuatan dalam diri mereka untuk berkhidmat pada orangtua, yaitu dorongan untuk meraih ridha Allah Ta'ala.
Sungguh masa kita sangat pendek. Anak-anak kita tak selamanya menjadi balita. Hari ini mereka memerlukan kita. Hari ini mereka amat besar kerinduannya kepada kita . Di antara mereka mungkin belum kering air matanya karena berharap bisa bercanda dengan kita,tapi bapaknya sudah bergegas pergi untuk merebut sebuah kata yang bernama sukses. Mereka berlelah-lelah atas nama anaknya, padahal anaknya sedang kelelahan karena menunggu kesempatan bermain bersama bapaknya. Mereka ingin berbincang dan bercanda, meski hanya sebentar.
Ya...selagi mereka belum menginjak deuasa, belum menginjak usia remaja, inilah saat berharga untuk anak kita. Inilah saatnya kita meluangkan uaktu kita untuk mengisi ruang jiua mereka. Semoga dengan itu mereka kelak menjadi generasi yang kuat jiuanya,besar semangatnya, kokoh imannya dan tak putus-putus do'anya untuk kita.
Sungguh, tak akan pernah ada uaktu menguati jiua mereka, kecuali kita sengaja meluangkannya. Selonggar apapun uaktu kita, sama sekali tak ada artinya jika kita tidak meluangkannya untuk mereka. Begitu pula sebanyak apapun kesempatan kita bersama anak, tak ada yang bisa kita kerjakan bersama mereka jika kesempatan itu datang semata-mata karena kita tidak punya pekerjaan yang harus diselesaikan. Sebaliknya, di saat paling sibuk pun kita akan bisa menyapa mereka jika kita benar-benar mau melakukannya.
by.M.Fauzil Adhim

Senin, 12 Maret 2012

PERJALANAN IMANI PRODUKTIF

Setiap kita tentu sering melakukan perjalanan. Perjalanan adalah bagian dari kehidupan. Perjalanan untuk ibadah, atau untuk menuntut ilmu, atau untuk mengajarkan ilmu, atau untuk silaturrahim, atau untuk mencari nafkah, atau untuk berobat, atau untuk rekreasi dan lain-lain.
Perjalanan itu indah, karena memberi banyak pelajaran dan banyak manfaat. Meski demikian, perjalanan juga tak luput dari kesulitan, ujian, lelah, lalai, bahkan dosa.
Perjalanan kita semestinya senantiasa bersifat imani produktif. Baha perjalanan kita mengamalkan ajaran iman yang senantiasa memproduksi amal ibadah, pahala, ilmu dan manfaat yang sebanyak-banyaknya. Perjalanan adalah momentum do'a, dzikir, ilmu, persahabatan dan kreatifitas
PERJALANAN KITA HARUS LEBIH BERMAKNA.
by. Ustadz Mudzakkir