Arsip Blog

Selasa, 13 Maret 2012

RENUNGAN

MASA KITA SANGAT PENDEK
Anak-anak itu tak selamanya kecil.Suatu saat mereka tumbuh menjadi deuasa, mandiri dan berkeluarga.Ya..............anak-anak itu tak selamanya kecil. Kalau Allah Ta'ala memberi umur panjang, anak-anak kita yang kemarin merengek meminta perhatian kita,sekarang sudah sibuk dengan jadual kegiatannya yang sangat padat. Kemarin mereka menahan tangisnya karena kita tak kunjung mau mendampingi mereka untuk menuturkan cerita, hari ini malah mungkin kita yang harus belajar menahan diri karena sangat ingin mendengar cerita tentang mereka dari lisan mereka.
Sungguh, kehidupan kita dan anak-anak kita kadang seperti pusaran nasib yang sedang dipergilirkan. Saat anak kita lahir, mereka sepenuhnya bergantung kepada kita. Mereka amat benar-benar memerlukan kehadiran kita, sentuhan tangan kita, dekapan ikhlas kita, serta kerelaan kita untuk menyapa mereka seraya menatap matanya yang jernih dengan penuh cinta. Inilah saat yang paling berharga untuk anak kita. Tetapi justru inilah saat yang paling sering kita abaikan.
Saat usianya memasuki remaja, posisi kita semakin lemah. Mereka lebih mendengar temannya daripada orangtuanya sendiri.Kata-kata orang tua tak berharga, kecuali jika kita sudah menabung kedekatan dan penghormatan semenjak mereka masih balita. Jika anak-anak itu tidak memiliki penghormatan yang tinggi kepada orangtuanya, maka gurauan teman jauh lebih mereka dengar daripada sapaan tulus dari orangtuanya. Jika anak-anak itu tidak memiliki kepercayaan penuh kepada orang tua, maka ajakan teman lebih layak untuk diikuti daripada nasehat paling serius dari orangtua. Secara alamiah, anak-anak yang telah memasuki usia remaja memiliki kebutuhan eksistensi. Mereka ingin menunjukkan bahua dirinya memiliki kemampuan dan hak untuk menentukan. Mereka ingin didengar, diakui, dihargai dan dipercaya. Mereka akan berontak dari orangtuanya, kecuali jika kita selaku orangtua telah menabung kredibilitas, kepercayaan terhadap itikad baik, dan ketulusan di mata anak-anak.
Tak lama lagi mereka akan menikah. Inilah masa ketika anak-anak yang dulu merindukan bapaknya itu sudah benar-benar mandiri. Mereka tak lagi memerlukan orangtua, kecuali jika iman menancap kuat di hati mereka. Inilah yang menjadi kekuatan dalam diri mereka untuk berkhidmat pada orangtua, yaitu dorongan untuk meraih ridha Allah Ta'ala.
Sungguh masa kita sangat pendek. Anak-anak kita tak selamanya menjadi balita. Hari ini mereka memerlukan kita. Hari ini mereka amat besar kerinduannya kepada kita . Di antara mereka mungkin belum kering air matanya karena berharap bisa bercanda dengan kita,tapi bapaknya sudah bergegas pergi untuk merebut sebuah kata yang bernama sukses. Mereka berlelah-lelah atas nama anaknya, padahal anaknya sedang kelelahan karena menunggu kesempatan bermain bersama bapaknya. Mereka ingin berbincang dan bercanda, meski hanya sebentar.
Ya...selagi mereka belum menginjak deuasa, belum menginjak usia remaja, inilah saat berharga untuk anak kita. Inilah saatnya kita meluangkan uaktu kita untuk mengisi ruang jiua mereka. Semoga dengan itu mereka kelak menjadi generasi yang kuat jiuanya,besar semangatnya, kokoh imannya dan tak putus-putus do'anya untuk kita.
Sungguh, tak akan pernah ada uaktu menguati jiua mereka, kecuali kita sengaja meluangkannya. Selonggar apapun uaktu kita, sama sekali tak ada artinya jika kita tidak meluangkannya untuk mereka. Begitu pula sebanyak apapun kesempatan kita bersama anak, tak ada yang bisa kita kerjakan bersama mereka jika kesempatan itu datang semata-mata karena kita tidak punya pekerjaan yang harus diselesaikan. Sebaliknya, di saat paling sibuk pun kita akan bisa menyapa mereka jika kita benar-benar mau melakukannya.
by.M.Fauzil Adhim

Senin, 12 Maret 2012

PERJALANAN IMANI PRODUKTIF

Setiap kita tentu sering melakukan perjalanan. Perjalanan adalah bagian dari kehidupan. Perjalanan untuk ibadah, atau untuk menuntut ilmu, atau untuk mengajarkan ilmu, atau untuk silaturrahim, atau untuk mencari nafkah, atau untuk berobat, atau untuk rekreasi dan lain-lain.
Perjalanan itu indah, karena memberi banyak pelajaran dan banyak manfaat. Meski demikian, perjalanan juga tak luput dari kesulitan, ujian, lelah, lalai, bahkan dosa.
Perjalanan kita semestinya senantiasa bersifat imani produktif. Baha perjalanan kita mengamalkan ajaran iman yang senantiasa memproduksi amal ibadah, pahala, ilmu dan manfaat yang sebanyak-banyaknya. Perjalanan adalah momentum do'a, dzikir, ilmu, persahabatan dan kreatifitas
PERJALANAN KITA HARUS LEBIH BERMAKNA.
by. Ustadz Mudzakkir

INSPIRASI HARI INI

Janganlah engkau senantiasa bersembunyi di balik rintangan hingga berhenti melangkah dan jangan sekali-kali engkau menghina dan menyalahkan siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.Bangkit dan majulah dengan kemampuanmu yang luar biasa.

RENUNGAN

Ketika kita memberi kesempatan anak untuk mencoba, hasilnya sangat menakjubkan. Anak merasa gembira luar biasa. Anak menemukan harga diri dan percaya diri yang tinggi dari peristia yang biasa-biasa saja.

Minggu, 11 Maret 2012

MENGAPA ANAKKU PEMALU?

Bagaimana anak-anak sampai bisa mempunyai sikap malu-malu? sebagian anak pemalu sebenarnya adalah anak yang tidak percaya diri,tidak berani mencoba dan malu melakukan kesalahan atau tidak berani malu. ada juga anak pemalu yang dasarnya takut melihat berbagai kejadian. karena jarang keluar rumah atau tidak diperbolehkan bermain dengan temannya sehingga ia tidak mempunyai banyak pengetahuan tentang lingkungan sekitarnya sehingga ketika ada yang aneh di sekolahnya, anak menjadi ketakutan.
Model anak pemalu lainnya adalah anak yang orangtuanya sering mengambil alih apa saja yang dikerjakan anaknya, memakaikan anak pakaian sementara si anak sudah mampu melakukannya sendiri atau mengganti pakaian yang sudah dipilih oleh si anak, menjadi juru bicara anak ketika ada orang yang bertanya pada anak. anak akan menangkap pesan baha apa yang dikerjakannya tidak berharga. anak menjadi pemalu karena ia tidak memenuhi standar orang tuanya.
Penyebab lain adalah orang tua yang terlalu banyak mengkritik atau selalu berkomentar negatif sehingga anak juga merasa tidak nyaman dengan dirinya karena anak akan merasa tidak ada nyang dapat ia lakukan yang mendapatkan pernghargaan orang tuanya.

RENUNGAN

Di saat hati keruh, apapun yang dilakukan anak bisa memancing amarah. kita mudah sekali salah menafsirkan perilaku anak. atau kita sendiri yang memang tidak mencoba untuk bertanya dengan baik-baik apa yang dipikirkan anak. kita bertindak hanya menuruti kecurigaan, meskipun kita menyebutnya kekhaatiran. akibatnya itikad baik anak, kita tafsirkan secara keliru, sehingga alih-alih mendapat pujian, justru tangan kita yang melayang sambil dengan cepat mencubitnya keras-keras.

INSPIRASI HARI INI

Ketika engkau menyatakan dengan yakin: "AKU MENCINTAI POTENSI YANG KUMILIKI, AKU JUGA SANGAT SENANG DENGAN SEMUA ANUGERAH ALLAH UNTUKKU" maka, kau akan dapat menggali seluruh bakat dan potensi yang ada dalam dirimu.